TOKYO, KEiKO — Trio band rock kenamaan back number resmi mengumumkan perilisan enam album studio orisinal mereka sejak debut major ke dalam format piringan hitam (analog vinyl record) dengan teknologi proses pemotongan mutakhir Half-Speed Cutting.
Perilisan enam album fisik piringan hitam ini menjadi perayaan istimewa atas jejak musikalitas back number yang telah mewarnai industri musik Jepang selama lebih dari satu dekade, sekaligus menjadi bagian dari partisipasi resmi dalam perayaan Record no Hi 2026.
Enam album yang dihadirkan dalam format analog ini mencakup karya-karya legendaris pembentuk popularitas back number, yaitu Super Star (2011), blues (2012), Love Story (2014), dan Chandelier (2015). Menariknya, dua album terlaris mereka berikutnya, yakni MAGIC (2019) dan Humor (2023), dipastikan melakoni debut konversi analog piringan hitam perdana mereka sepanjang sejarah grup.
Seluruh master rekaman analog ini diproses secara khusus menggunakan teknik Half-Speed Cutting di studio legendaris Abbey Road Studios London, Inggris. Teknik pemotongan audio dengan kecepatan separuh ini memungkinkan jarum pemotong mengukir alur piringan secara lebih presisi, menghasilkan spektrum dinamika suara yang jauh lebih kaya, pemisahan instrumen yang detail, serta kedalaman frekuensi bass dan kejernihan vokal Iyori Shimizu yang memukau.
Piringan hitam ini akan dirilis secara bertahap pada bulan November dan Desember 2026 dalam kemasan edisi kolektor piringan hitam ganda 180 gram (heavyweight double vinyl).
Daftar 6 Album Piringan Hitam back number (Half-Speed Cutting Edition):
- Super Star (Rilis Asli 2011 – Universal Sigma)
- blues (Rilis Asli 2012 – Universal Sigma)
- Love Story (Rilis Asli 2014 – Universal Sigma)
- Chandelier (Rilis Asli 2015 – Universal Sigma)
- MAGIC (Rilis Asli 2019 – Debut Format Vinyl)
- Humor (Rilis Asli 2023 – Debut Format Vinyl)




