Rabu, 12 Agustus 2026
KEiKO
Music

Band Biksu THE Namuzu Pelopori Genre Hiburan Buddha di Jepang

Andika Setiawan | Rabu, 12 Agustus 2026

Band THE NAMUZZ Higanda Bon Nehanzaki Satoru Komugensou Soushi
Band THE NAMUZZ yang beranggotakan biksu dan pekerja industri pemakaman. (c) Sankei Shimbun

TOKYO, KEiKO — Grup musik asal Jepang yang beranggotakan para biksu dan karyawan perusahaan pemakaman, THE Namuzu, mencuri perhatian publik dengan memelopori genre pertunjukan hiburan berbasis ajaran Buddha (Buddhist entertainment).

Dalam setiap penampilan panggung yang mereka sebut sebagai hoji (upacara peringatan arwah), pertunjukan dikemas penuh energi dengan memadukan alunan lagu rock, khotbah ringkas, dan selingan humor. Tiket konser diistilahkan sebagai ofuse (sedekah), sementara para penggemar disapa dengan sebutan danka (jemaat vihara).

Pada pertunjukan yang berlangsung di Universitas Komazawa Tokyo, vokalis sekaligus pemandu acara Higanda Bon mengajak penonton mengepalkan tangan seirama irama lagu. Di tengah penampilan, sang vokalis mengangkat tempat dupa diiringi dentang lonceng ibadah orin untuk memandu doa bersama penonton di dalam gedung pertunjukan.

Higanda Bon merupakan biksu aktif mazhab Soto Zen yang menjabat sebagai wakil kepala vihara di Prefektur Ehime. Ia mengonfirmasi bahwa band tersebut dijadwalkan menggelar pertunjukan di Kannai Hall Yokohama berkapasitas 1.000 penonton pada 16 Agustus 2026, dengan penjualan tiket yang hampir habis terpesan.

Band ini dibentuk pada 2018 oleh Higanda Bon bersama gitaris dan komposer Nehanzaki Satoru yang bekerja di industri pemakaman. Posisi bassis kemudian diisi oleh Komugensou Soushi yang konsisten tampil mengenakan jubah khas biksu pengembara komuso.

Gitaris Nehanzaki Satoru menyampaikan bahwa lirik lagu yang dibuat selalu menyisipkan pesan kebajikan Buddha secara komunikatif agar mudah dipahami masyarakat luas. Pada April 2026, THE Namuzu resmi merilis album kedua mereka yang bertajuk Setai ni Hitotsu dake no Haka.

Bagikan:

Artikel Terkait