Jumat, 7 Agustus 2026
KEiKO
Music

YOASOBI Bawakan Lagu Tema Drama Pagi "Blossom", Diadaptasi dari Novel Wataya Risa

26 Juli 2026

YOASOBI Bawakan Lagu Tema Drama Pagi "Blossom", Diadaptasi dari Novel Wataya Risa

TOKYO, KEiKO — Duo musik YOASOBI dipastikan menjadi pengisi lagu tema untuk seri drama pagi (asadora) NHK periode kedua tahun 2026 yang berjudul Blossom. Drama televisi tersebut dijadwalkan mulai tayang pada musim gugur 2026.

Lagu tema ini diadaptasi dari novel baru yang ditulis khusus oleh novelis Wataya Risa. Wataya merupakan penulis yang sangat mengagumi sosok Uno Chiyo (model utama tokoh protagonis drama Blossom) dan dikenal lewat karya-karya populer seperti Keritai Senaka, Watashi wo Kuitomete, serta Pakki Paki Beijing.

Seri drama pagi Blossom merupakan kisah yang diangkat dari perjalanan hidup Uno Chiyo, seorang novelis yang gigih memperjuangkan kebebasan dan jalan hidupnya melintasi era Meiji, Taisho, hingga Showa.

Bersamaan dengan pengumuman ini, penyataan resmi dari personel YOASOBI (Ayase & ikura) serta penulis novel Wataya Risa juga telah dirilis:

【Komentar YOASOBI】

— Komponis: Ayase —
Kali ini, kami mendapat kehormatan untuk membawakan lagu tema untuk Blossom. Pertama-tama, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kesempatan yang sangat luar biasa ini.

Dalam proses pembuatan lagu ini, saya membaca otobiografi Uno Chiyo yang berjudul Ikite Yuku Watashi. Saya sangat tersentuh dan terkesan oleh jalan hidup serta pemikiran beliau. Saya merasa harus menyelami lebih dalam dan merasakan langsung energi beliau secara nyata. Oleh karena itu, saya berkunjung ke kampung halaman beliau di Kota Iwakuni, Prefektur Yamaguchi, dan menyusun lagu ini seolah dipandu oleh angin dari tanah kelahirannya.

Kesempatan ini juga hadir karena ikatan sama-sama berasal dari Prefektur Yamaguchi. Namun, saya yakin bahwa pertemuan dengan sosok beliau ini akan menjadi salah satu titik balik penting dalam perjalanan seni dan karier musik saya. Melalui proses tersebut, kami berhasil melahirkan sebuah lagu yang dapat kami luncurkan dengan penuh rasa percaya diri dari lubuk hati yang paling dalam.

Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam produksi Blossom atas kesempatan menciptakan karya yang sangat-sangat penting bagi saya ini. Bersamaan dengan lagu ini, saya menyipkan doa semoga angin yang hangat dan kuat berembus ke hati setiap orang yang menyaksikan drama ini. Selamat menikmati lagunya bersama dengan dramanya. Terima kasih.

— Vokalis: ikura —
Kami sangat terhormat diberi kesempatan untuk membawakan lagu tema seri drama pagi Blossom. Kesempatan ini merupakan sebuah kebanggaan yang sangat besar bagi saya.

Saya bernyanyi sambil mencurahkan perasaan kepada sosok protagonis, Tama Kano, yang mengubah segala rasa suka, duka, kebahagiaan, maupun kemalangan menjadi energi untuk terus melangkah maju dengan kakinya sendiri dan memekarkan bunga kehidupannya.

Jalan hidup sosok modelnya, Uno Chiyo, yang bertahan dan hidup dengan tangguh melintasi era selama kurang lebih 100 tahun, serta tingginya energi yang dimiliki lagu ini, membuat saya sendiri merasa ikut terdorong dan dikuatkan saat menyanyikannya.

Semoga lagu ini dapat menyertai hati seluruh penonton Blossom dengan lembut sekaligus kuat. Saya berharap Anda sekalian dapat menikmatinya bersama dengan penayangan dramanya.

【Komentar Wataya Risa】
Saya sangat terkejut saat mendengar bahwa Uno Chiyo-sensei—sosok yang karya dan jalan hidupnya sangat saya kagumi—akan dijadikan model untuk protagonis drama pagi NHK. Terlebih lagi, ketika saya diminta untuk menulis novel baru yang menjadi dasar pembuatan lagu temanya, rasa terkejut dan kebahagiaan saya berlipat ganda.

Saya menulis cerita ini dengan mengumpamakan vitalitas Uno-sensei yang tak pernah padam meski bertambah usia bagaikan pohon sakura.

Saya akan sangat bersyukur jika cerita saya yang sederhana ini dapat membantu YOASOBI dalam proses pembuatan lagu mereka. Dan saya berharap karya ini, bersama dengan dramanya, dapat menyentuh hati banyak orang.

Bagikan:
Andika Setiawan

Ditulis oleh

Andika Setiawan

Artikel Terkait