Jumat, 7 Agustus 2026
KEiKO
Entertainment

Idol J-Pop Jadi Penggerak Utama Tren Bahasa Slang Generasi Z di Jepang

27 Juli 2026

Idol J-Pop Jadi Penggerak Utama Tren Bahasa Slang Generasi Z di Jepang

TOKYO, KEiKO — Dahulu, asal-usul bahasa gaul atau slang terbaru di Jepang dapat ditelusuri melalui alur yang mudah ditebak. Sebuah ungkapan biasanya muncul dari para komedian di Osaka, diambil oleh acara ragam (variety show) televisi, hingga akhirnya masuk ke dalam percakapan sehari-hari. Bahasa berkembang secara bertahap melalui media arus utama.

Kini, perkembangan bahasa bergerak secepat algoritma media sosial.

Survei yang dirilis pada bulan ini oleh Lembaga Penelitian Furyu Kawaii, lembaga pengamat tren anak muda, memberikan gambaran mengenai tren percakapan Generasi Z di Jepang pada paruh pertama tahun 2026, beserta deretan pengaruh dan selebriti teratas. Hina Nagahama serta grup idola pria beranggotakan lima orang, M!LK, berhasil memuncaki tangga popularitas tersebut. Peringkat M!LK ini sekaligus menjelaskan fenomena di balik daftar kata-kata populer yang tengah marak digunakan.

Hal menarik dari daftar slang Generasi Z ini adalah ketidakdominan kosakata yang benar-benar baru. Sebaliknya, daftar tersebut dipenuhi oleh ungkapan lama yang didaur ulang, dialek daerah, serta jargon viral yang didorong oleh TikTok, budaya penggemar (fandom), dan budaya idola.

Ungkapan peringkat pertama dalam daftar tersebut adalah ~すぎて滅! (~sugite metsu!). Ungkapan ini secara harfiah bermakna “Sudah berlebihan, aku bisa mati/hancur.” Untuk memahami maknanya secara mendalam, ungkapan ini berakar dari jargon internet sebelumnya: 尊すぎて死ぬ (tōtosugite shinu, sangat berharga hingga aku bisa mati). Ungkapan lama tersebut menjadi bentuk singkat di kalangan fandom untuk menggambarkan perasaan yang sangat emosional terhadap karakter kesukaan, idola, atau hubungan antar-karakter hingga kata-kata tidak lagi cukup untuk mewakilinya. ~すぎて滅 mewarisi emosi hiperbolis yang sama, tetapi mengganti kata 死ぬ (shinu, mati) dengan kata yang lebih dramatis, yaitu (metsu, hancur/binasa).

Grup idola M!LK menjadi sosok utama yang mempopulerkan ungkapan ini. Lagu tunggal mereka yang berjudul “Sukisugite Metsu!” (好きすぎて滅! / Sangat Mencintaimu Hingga Aku Bikin Hancur!) sukses melambungkan ungkapan tersebut keluar dari ranah fandom internet menuju percakapan sehari-hari. Saat ini, ungkapan tersebut digunakan untuk menggambarkan berbagai hal, mulai dari anak anjing yang sangat lucu (かわいすぎて滅 / kawaisugite metsu), kafe dengan desain sangat modis (おしゃれすぎて滅 / osharesugite metsu), hingga foto swafoto keren dari selebriti favorit (かっこよすぎて滅 / kakkoyosugite metsu).

Dari sudut pandang tata bahasa Jepang, ~すぎて滅 memperlihatkan pola tata bahasa ~すぎる (~sugiru) yang berarti “terlalu…” atau “melakukan sesuatu secara berlebihan.” Pola ini dapat dihubungkan dengan kata sifat maupun kata kerja. Pada kata sifat-i, huruf い (i) di akhir dilepas sebelum menambahkan すぎる, seperti おいしい (oishii, lezat) menjadi おいしすぎる (oishisugiru, sangat lezat). Pada kata sifat-na, すぎる ditambahkan langsung, seperti おしゃれ (oshare, modis) menjadi おしゃれすぎる (osharesugiru). Sementara pada kata kerja, すぎる ditempelkan pada batang kata kerja, seperti 食べる (taberu, makan) menjadi 食べすぎる (tabesugiru, makan terlalu banyak). Mengubah すぎる ke bentuk sambung ~すぎて (~sugite) menghubungkan makna “terlalu” dengan hasil yang menyertainya.

Ungkapan peringkat kedua, メロい (meroi), juga bukan merupakan kata yang benar-benar baru. Berakar dari kata メロメロ (mero-mero) yang berarti “terpesona hingga tidak berdaya,” kata ini diubah menjadi kata sifat-i untuk menggambarkan perasaan terpikat secara emosional. Senyuman seorang idola, adegan film, pakaian modis, hingga pemandangan matahari terbenam yang indah dapat disebut メロい. Kata ini lebih banyak menggambarkan reaksi emosional penuturnya dibandingkan objek itu sendiri.

Dalam platform pernikahan Zexy.net, kata ini muncul dalam kalimat seperti 推しの新しい髪型、反則級にメロい (oshi no atarashii kamigata, hansoku-kyū ni meroi / Gaya rambut baru idolaku sangat melelahkan hati secara tidak adil), yang memuat kata 推し (oshi / idola favorit). Terdapat pula kalimat ライブに行って真のメロオタになった (raibu ni itte shin no mero’ota ni natta / Aku datang ke konser dan menjadi seorang mero’ota sejati), yang menggabungkan メロい dengan オタク (otaku) menjadi istilah メロオタ (mero’ota / penggemar yang sangat terpesona).

Beberapa kata lain menunjukkan bagaimana bahasa Jepang sehari-hari menjadi slang melalui penguatan makna. Kata 爆裂 (bakuretsu), yang secara harfiah berarti “ledakan,” kini digunakan sebagai kata penguat yang setara dengan “sangat” atau “luar biasa.” Kata ini juga muncul dalam judul lagu M!LK, “Bakuretsu Aishiteru” (爆裂愛してる / Mencintaimu Secara Meledak-ledak).

Sementara itu, kata イイじゃん (ii jan), bentuk singkat dari いいじゃない (ii ja nai / bukankah itu bagus?), kembali populer setelah diangkat menjadi judul lagu M!LK dan kini menjadi jargon yang kerap diucapkan kembali.

M!LK bukan satu-satunya grup yang membentuk tren slang tahun ini. Grup beranggotakan empat orang, Monaki, merilis lagu debut berjudul “Honmayade・Nandeyanen・Shirankedo” (ほんまやで・なんでやねん・しらんけど) yang menghidupkan kembali tiga ungkapan klasik asal dialek Kansai: ほんまやで (Honmayade / Benarkah?!), なんでやねん (Nandeyanen / Mengapa kamu melakukan itu?!), dan しらんけど (Shirankedo / Meskipun aku tidak tahu pastinya!).

Di antara ketiga ungkapan tersebut, しらんけど menjadi kata yang paling banyak digunakan sebagai pernyataan penafian (disclaimer) humoris dalam percakapan, seperti pada kalimat このラーメン屋さん、めっちゃ美味しいらしいで。しらんけど (Kono rāmenya-san, metcha oishii rashii de. Shirankedo / Katanya kedai ramen ini sangat lezat. Tapi aku tidak tahu pastinya ya!).

Pemeringkatan ini menunjukkan bahwa bahasa slang Jepang saat ini tidak lagi didominasi oleh penciptaan kata baru, melainkan pengolahan ulang (remix) kata-kata yang sudah ada melalui media sosial dan budaya idola.

Bagikan:
Andika Setiawan

Ditulis oleh

Andika Setiawan

Artikel Terkait