Sabtu, 8 Agustus 2026
KEiKO
Travel

Kota Nara Berupaya Hapus Citra Destinasi Wisata Sekilas Seiring Meningkatnya Wisatawan Menginap

Andika Setiawan | Sabtu, 8 Agustus 2026

Kota Nara Berupaya Hapus Citra Destinasi Wisata Sekilas Seiring Meningkatnya Wisatawan Menginap

TOKYO, KEiKO — Kota Nara di Jepang barat yang selama ini dikenal sebagai tujuan wisata singkat bagi wisatawan asing mulai mengalami perubahan tren. Wisatawan yang sebelumnya hanya datang sejenak untuk memberi makan rusa atau melihat Patung Buddha Raksasa di Kuil Todaiji sebelum kembali ke Kyoto atau Osaka, kini mulai banyak yang memilih untuk menginap.

Berdasarkan survei terbaru pemerintah kota setempat, Nara menyambut rekor 3,52 juta wisatawan asing pada 2025. Lonjakan ini didorong oleh melemahnya nilai tukar yen serta pelaksanaan World Exposition di Osaka yang menarik perhatian ke wilayah Kansai.

Dari total wisatawan asing tersebut, sebanyak 569.000 orang memilih untuk menginap di Nara. Jumlah tersebut mencatatkan kenaikan sekitar 33.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan wisatawan menginap paling signifikan datang dari Amerika Serikat dan Korea Selatan. Jumlah pengunjung dari kedua negara tersebut masing-masing melonjak sekitar 100 persen dan 70 persen dibandingkan tingkat sebelum pandemi.

Pemerintah Kota Nara telah lama menyadari tantangan untuk mendorong wisatawan bertahan lebih lama di wilayahnya. Selama ini, Nara sangat bergantung pada arus wisatawan dari Kyoto dan Osaka. Saat Kyoto berjuang mengatasi dampak lonjakan wisatawan (overtourism), Nara secara bertahap mulai berkembang menjadi destinasi utama, bukan sekadar tempat perlintasan.

Perwakilan Divisi Strategi Pariwisata Kota Nara menyatakan bahwa penambahan jumlah fasilitas akomodasi menjadi faktor utama di balik peningkatan tersebut. Selain itu, pemerintah kota juga memperkuat berbagai upaya untuk memberikan alasan bagi wisatawan agar tetap beraktivitas hingga malam hari.

Langkah yang dilakukan antara lain menggelar acara kunjungan ke kuil pada malam hari serta menerbitkan peta panduan dalam bahasa Jepang dan Inggris untuk menjelajahi bar lokal. Sektor bar di Nara kini makin mendapat pengakuan global seiring banyaknya bartender muda yang membuka usaha sendiri.

Ke depan, pemerintah kota terus mengeksplorasi potensi pembangunan fasilitas pemandian air panas (onsen) di sekitar Kolam Sarusawa, yang terletak di antara Taman Nara dan kawasan bersejarah Naramachi.

Upaya menjadikan Nara sebagai destinasi utama juga mendapat dorongan dari pembukaan hotel mewah Hoshinoya Nara Prison pada Juni 2026. Hotel bekas penjara bersejarah ini menyajikan kamar tipe suite hasil penggabungan bekas sel penjara. Di area ini juga terdapat Museum Penjara Nara yang terbuka untuk umum.

Selain itu, Nara juga bersiap menyambut dampak penetapan situs arkeologi kuno Asuka-Fujiwara sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO pada Juli 2026. Kluster yang terdiri dari 19 situs arkeologi di selatan kota Nara tersebut mencakup kuil, makam kuno, serta sisa-sisa ibu kota pertama Jepang dari akhir abad ke-6 hingga awal abad ke-8.

Bagikan:

Artikel Terkait