LONDON, KEiKO — Pabrik Komaki South milik perusahaan Mitsubishi Heavy Industries Ltd. di Prefektur Aichi diproyeksikan menjadi pusat pengembangan dan perakitan pesawat tempur generasi terbaru di Jepang. Jet tempur tersebut dikembangkan bersama melalui konsorsium tiga negara: Jepang, Inggris, dan Italia.
Ketiga negara anggota Global Combat Air Program (GCAP) membagi peran strategis manufaktur. Inggris akan memusatkan pengembangan di Warton, sedangkan Italia menempatkan pusat operasinya di Turin.
Fasilitas di Komaki South ditargetkan beroperasi penuh sebagai pusat manufaktur pada akhir tahun ini. Sejumlah insinyur asal Inggris telah berada di lokasi untuk menggarap rancangan teknis pesawat.
Pesawat tempur generasi baru ini dirancang menggunakan teknologi siluman (stealth), radar berdaya tinggi, serta analisis data berbasis kecerdasan buatan. Pengembangan jet tempur ditangani oleh Edgewing, usaha patungan antara Japan Aircraft Industrial Enhancement Co. Ltd., BAE Systems (Inggris), dan Leonardo (Italia).
Jepang merencanakan jet tempur baru ini untuk menggantikan armada F-2 milik Angkatan Udara Bela Diri Jepang (JASDF) yang bakal pensiun secara bertahap mulai tahun 2035.




