Jumat, 7 Agustus 2026
KEiKO
News

PM Takaichi Pastikan Pasokan Minyak Mentah Jepang Aman Menyusul Ketegangan di Timur Tengah

25 Juli 2026

PM Takaichi Pastikan Pasokan Minyak Mentah Jepang Aman Menyusul Ketegangan di Timur Tengah
Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa jumlah minyak mentah yang dibutuhkan untuk bulan ini akan dibeli dan stok minyak tidak akan dilepaskan. | JIJI

TOKYO, KEiKO — Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menegaskan pasokan minyak mentah nasional saat ini berada dalam posisi aman. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kembali memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah serta berakhirnya gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran pada Sabtu (25/7).

Pemerintah Jepang telah mengamankan volume pengadaan minyak mentah yang dibutuhkan untuk alokasi bulan Juli 2026. Pemerintah belum memandang perlu untuk melepas cadangan minyak mentah strategis milik negara ke pasar domestik saat ini.

PM Takaichi menjelaskan proses pengadaan pasokan minyak mentah untuk kebutuhan bulan Agustus mendatang juga berjalan sesuai dengan target rencana. Pemerintah terus mengawal ketersediaan bahan bakar untuk menjaga kelancaran roda perekonomian nasional.

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Jepang telah melakukan diversifikasi rantai pasok secara masif. Langkah ini berhasil menekan ketergantungan impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah yang semula berada di atas angka 90 persen.

Pemerintah kini memperoleh tambahan pasokan dari berbagai wilayah lain, termasuk Amerika Serikat, Amerika Latin, kawasan Asia-Pasifik, Asia Tengah, Afrika, hingga Kanada.

Terkait komoditas produk olahan, pasokan bahan baku plastik berbasis nafta diproyeksikan tetap stabil hingga musim semi mendatang. Pemerintah mengatasi kekhawatiran kelangkaan nafta dengan meningkatkan porsi impor dari negara produsen di luar kawasan Timur Tengah.

Meskipun menghadapi ketidakpastian jalur pelayaran di Selat Hormuz, PM Takaichi optimis terhadap ketahanan energi nasional. Pemerintah belum merencanakan penerapan kebijakan penghematan energi secara mendesak maupun penyusunan anggaran belanja tambahan.

Bagikan:
Andika Setiawan

Ditulis oleh

Andika Setiawan

Artikel Terkait