TOKYO, KEiKO — Menyusul masuknya beruang hitam Asia ke pinggiran Tokyo belakangan ini — diperkirakan mencapai 378 ekor menghuni kawasan itu — Pemerintah Metropolitan Tokyo berencana mencabut larangan berburu beruang untuk pertama kalinya dalam sekitar 20 tahun.
Dengan langkah mengizinkan pemusnahan (culling) di ibu kota untuk pertama kalinya sejak April 2008, otoritas berharap dapat menekan populasi satwa liar itu dan mencegah konflik antara manusia dan beruang.
Baru-baru ini, seorang pria berusia 50-an ditemukan terluka di taman hutan Hinohara, Tokyo bagian barat, pada Selasa setelah terjatuh saat berpapasan dengan beruang ketika mendaki.
Menurut kajian pemerintah metropolitan pada tahun fiskal yang dimulai April 2025, diperkirakan ada antara 120 hingga 378 beruang hitam yang menghuni Tokyo. Kepadatan populasinya diperkirakan 0,47 beruang per kilometer persegi hutan.
Perkiraan dibuat dengan mengumpulkan sampel bulu dari perangkap dan menganalisis DNA untuk mengidentifikasi rentang pergerakan hewan. Meski perbandingan langsung dengan kajian sebelumnya tidak bisa dilakukan karena perubahan metode, para ahli meyakini jumlah beruang di Tokyo cenderung meningkat.
Beruang terus menjadi ancaman di seluruh negeri, dengan lima insiden fatal tercatat sejak April. Tahun fiskal 2025 mencatatkan rekor jumlah korban tewas tertinggi, yakni 13 orang.
Namun, menurut perkiraan yang dirilis Kantor Kehutanan Regional Tohoku pada Selasa, buah beech (beechnut) — bagian utama makanan beruang — diprediksi melimpah musim gugur ini di empat prefektur wilayah Tohoku, termasuk Akita dan Iwate, tempat serangan beruang terbanyak di Jepang dilaporkan.
Dengan begitu, ada kemungkinan lebih sedikit beruang yang masuk ke permukiman untuk mencari makan. Meski demikian, prefektur-prefektur tersebut mengimbau warga tetap waspada dan terus berjaga-jaga terhadap serangan.
Prakiraan positif untuk buah beech tergolong langka beberapa tahun terakhir. Iwate, misalnya, tidak memiliki prakiraan semacam itu selama 11 tahun.
Tahun lalu, lima prefektur Tohoku yang masuk prakiraan mengalami “panen yang sangat buruk”.




