TOKYO, KEiKO — Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) berhasil meluncurkan roket H3 No. 9 yang mengangkut satelit navigasi Michibiki No. 7 dari Pusat Antariksa Tanegashima di Prefektur Kagoshima, Selasa (11/8/2026) pukul 04.23 waktu setempat. Satelit tersebut mencapai orbit yang direncanakan sekitar 30 menit kemudian.
Peluncuran roket No. 9 ini menjadi unit H3 pertama yang mengangkut satelit navigasi praktis sejak kegagalan peluncuran pada Desember lalu. Keberhasilan pada Selasa ini mencatatkan tujuh dari sembilan unit roket H3 berhasil meluncur ke luar angkasa.
“Kami melakukan berbagai peningkatan dengan tekad untuk tidak gagal lagi dan berhasil menjalankan peluncuran dengan keandalan yang lebih tinggi. Hasilnya, kami meraih pencapaian yang baik,” ujar Manajer Proyek H3 JAXA, Makoto Arita, dalam konferensi pers setelah peluncuran.
Michibiki merupakan sistem navigasi buatan Jepang pengganti GPS Amerika Serikat yang mampu memberikan akurasi posisi hingga hitungan sentimeter. Satelit Michibiki No. 1 pertama kali diluncurkan pada 2010.
Pemerintah Jepang menargetkan pengoperasian sistem tujuh satelit Michibiki agar layanan navigasi nasional dapat beroperasi secara mandiri tanpa bergantung pada satelit asing. Ke depan, sistem ini direncanakan bakal diperluas hingga mencakup 11 satelit.
Meskipun demikian, akibat kehilangan satelit Michibiki No. 5 dalam insiden peluncuran H3 Desember lalu, saat ini baru ada enam satelit yang beroperasi, termasuk unit No. 7 yang baru saja mengorbit.
Satelit Michibiki No. 7 memiliki bentang lebar sekitar 19 meter saat panel suryanya terbentang. Selain menyediakan layanan penentuan posisi, satelit ini juga berfungsi menyebarkan informasi darurat ke perangkat yang kompatibel saat terjadi bencana alam.
H3 sendiri merupakan roket bertingkat dua berbahan bakar cair yang dikembangkan oleh JAXA bersama Mitsubishi Heavy Industries Ltd.
Pasca-kegagalan unit No. 8 pada Desember tahun lalu, JAXA mengidentifikasi penyebab masalah berada pada proses penyambungan komponen di bagian pemasangan satelit.
Setelah memperbaiki kendala tersebut, JAXA sukses meluncurkan roket No. 6 pada Juni tahun ini. Keandalan roket No. 9 kemudian ditingkatkan dengan menerapkan metode penyambungan komponen yang telah teruji rekam jejaknya.




