Jumat, 7 Agustus 2026
KEiKO
News

Kiriman Uang dari Jepang ke Luar Negeri Tembus 1 Triliun Yen untuk Pertama Kali

14 Juli 2026

Kiriman Uang dari Jepang ke Luar Negeri Tembus 1 Triliun Yen untuk Pertama Kali

TOKYO, KEiKO — Kiriman uang dari Jepang ke luar negeri menembus 1 triliun yen untuk pertama kalinya pada tahun fiskal 2025 yang berakhir Maret, seiring bertambahnya jumlah pekerja asing di negara itu.

Data terbaru Kementerian Keuangan menunjukkan kiriman uang naik 11,5 persen dari tahun sebelumnya menjadi 1,004 triliun yen, lebih dari dua kali lipat dibanding 464,8 miliar yen pada tahun fiskal 2015.

Salah satu faktor pendorong kenaikan adalah pelemahan yen. Yen yang lebih lemah membuat seseorang yang mengirim sejumlah uang tertentu ke kampung halaman harus mentransfer nominal yen lebih besar untuk menutup selisih nilai tukar.

Vietnam menjadi tujuan utama kiriman uang, yakni 288,8 miliar yen, disusul Indonesia 89,8 miliar yen, dan Filipina 67,2 miliar yen, menurut data kementerian.

Hui En Lam (28), yang bekerja di lembaga nirlaba Japan-Vietnam Cultural Association, mengaku mengirim sekitar 20 persen pendapatannya setiap bulan kepada orang tua dan adik perempuannya di Vietnam untuk membantu biaya kuliah sang adik.

“Karena yen melemah, saya harus mengirim lebih banyak uang,” katanya.

Berdasarkan survei Japan Payment Service Association pada 2024 terhadap pekerja asing di Jepang, sekitar 95 persen pekerja asal Asia mengirim dana untuk menghidupi keluarga, sementara 13,5 persen melakukan transfer untuk membeli produk atau menyetor ke rekening mereka sendiri.

Survei tersebut melibatkan 1.270 responden dari Indonesia, Filipina, Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan Nepal. Sebagian besar berusia 20-an dan tinggal di Jepang sebagai peserta pemagangan teknis atau pemegang visa keterampilan spesifik.

Per Oktober, terdapat 2,57 juta pekerja asing di Jepang, naik 11,7 persen dari tahun sebelumnya, menurut Kementerian Kesehatan. Vietnam berada di puncak dengan 606.000 pekerja, disusul China (sekitar 432.000) dan Filipina (sekitar 261.000). Pemerintah memperkirakan populasi asing Jepang akan meningkat menjadi sekitar 5,86 juta pada 2040.

Namun, pelemahan yen membuat Jepang kian kurang kompetitif sebagai pasar tenaga kerja. Survei Mynavi Global yang dirilis awal bulan ini menunjukkan makin sedikit warga asing yang ingin bekerja di Jepang selama lima tahun atau lebih, terutama dari Vietnam — turun dari 81,7 persen menjadi 63,3 persen.

Bagikan:
Andika Setiawan

Ditulis oleh

Andika Setiawan

Artikel Terkait