TOKYO, KEiKO — Kota nelayan Oma di Prefektur Aomori mempererat hubungan kebudayaan dengan kuil di Taiwan melalui penghormatan terhadap Dewi Laut Mazu. Langkah ini dilakukan guna mendorong pertumbuhan sektor pariwisata mancanegara.
Mazu, yang dikenal sebagai dewi pelindung para nelayan dan pelaut, telah dipuja oleh masyarakat kota Oma selama lebih dari 300 tahun. Patung dewi tersebut disemayamkan bersama di kuil Shinto lokal sejak era Meiji (1868–1912).
Ketua Pengelola Kuil Oma Inari, Hiromi Metoki, menjelaskan bahwa patung Dewi Mazu pertama kali dibawa ke ujung utara Pulau Honshu pada tahun 1696 oleh pemuka masyarakat bernama Ito Gozaemon.
Kota Oma terkenal sebagai penghasil ikan tuna sirip biru Pasifik (Pacific Bluefin tuna) berkualitas tinggi. Hasil tangkapan ikan di wilayah ini sempat melonjak drastis setelah kota tersebut mengadopsi tradisi pawai gaya Taiwan pada tahun 1996 atas bantuan Kuil Beigang Chao-Tian dari Yunlin County, Taiwan.
Ketua Asosiasi Pariwisata Oma, Yoshinori Omi, berharap keberadaan tradisi pemujaan Dewi Mazu dapat menarik wisatawan asing, termasuk pengunjung yang menggunakan kapal feri dari Hakodate, Hokkaido.




