TOKYO, KEiKO — Sekitar 300 dokumen milik mantan Perdana Menteri Jepang era Perang Dunia II, Hideki Tojo, telah diserahkan oleh pihak keluarga kepada Perpustakaan Diet Nasional di Tokyo dan kini dapat diakses oleh publik.
Koleksi dokumen yang terdiri dari catatan tangan dan surat-surat pribadi tersebut memuat pandangan serta kritik Hideki Tojo terhadap Pengadilan Militer Internasional untuk Timur Jauh (Pengadilan Tokyo) yang digelar oleh pihak Sekutu antara tahun 1946 hingga 1948.
Pihak keluarga dari putri kedua dan ketiga Hideki Tojo menyerahkan berkas-berkas sejarah tersebut pada kisaran Mei dan Juni 2026.
Dalam catatan harian yang ditulis antara Januari hingga Februari 1948, Hideki Tojo menyebut persidangan Sekutu sebagai “keadilan pihak yang menang” (victor’s justice). Ia juga secara tegas menolak anggapan bahwa Kaisar Showa (Hirohito) bertanggung jawab atas pecahnya Perang Pasifik.
Dosen Muda Universitas Kanazawa, Yuta Okubo, menyatakan bahwa penyerahan dokumen catatan tangan ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi untuk menganalisis dinamika pemikiran Hideki Tojo selama menjalani Pengadilan Tokyo.




