Jumat, 7 Agustus 2026
KEiKO
News

Jepang Perkuat Langkah Antisipasi Sengatan Panas dan Dingin di Pusat Evakuasi

14 Juli 2026

Jepang Perkuat Langkah Antisipasi Sengatan Panas dan Dingin di Pusat Evakuasi
PM Sanae Takaichi berbicara dalam rapat penanggulangan bencana di Kantor PM, Selasa.

TOKYO, KEiKO — Langkah antisipasi sengatan panas (heatstroke) dan cuaca dingin ekstrem di pusat-pusat evakuasi akan diperkuat melalui revisi rencana induk penanggulangan bencana pemerintah pusat.

Rencana yang direvisi dan disahkan pada Selasa itu menyerukan langkah-langkah tersebut setelah warga di berbagai wilayah Jepang harus menghabiskan waktu berjam-jam di pusat evakuasi saat peringatan dan imbauan tsunami menyusul gempa kuat di lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada Juli tahun lalu.

Rencana ini menjadi landasan utama langkah tanggap bencana pemerintah pusat dan daerah.

Menurut Kantor Kabinet, butuh sekitar 32 jam hingga peringatan dan imbauan tsunami sepenuhnya dicabut. Evakuasi berkepanjangan pada musim panas menyebabkan sejumlah pengungsi dilarikan ke rumah sakit karena diduga terkena sengatan panas.

Dewan Penanggulangan Bencana Pusat yang dipimpin Perdana Menteri Sanae Takaichi memutuskan merevisi rencana induk itu, dan mendesak pemerintah daerah menyetok perbekalan seperti air minum, perlengkapan pelindung dingin, dan tenda peneduh di lokasi evakuasi darurat guna melindungi pengungsi dari panas dan dingin.

Rencana revisi juga menyerukan pemasangan telepon satelit dan kamera pengawas di lokasi evakuasi agar pengungsi dapat didata dengan cepat saat terjadi bencana.

Selain itu, pemerintah meminta peningkatan aksesibilitas, seperti pembuatan jalur landai untuk kursi roda, agar lansia dan warga yang memerlukan perawatan khusus dapat mengungsi dengan lancar.

Terkait daftar baru “koordinator sertifikasi korban”, rencana induk yang direvisi meminta aparat pemerintah daerah yang memiliki keahlian survei kerusakan rumah dan penerbitan sertifikat korban untuk didaftarkan dalam daftar tersebut sebagai kesiapsiagaan bencana.

Bagikan:
Andika Setiawan

Ditulis oleh

Andika Setiawan

Artikel Terkait